Tim Pemeriksa BPK RI Lakukan Pemeriksaan Kinerja di UIN Sunan Kalijaga

Jajaran pimpinan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta beserta auditor SPI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menerima kedatangan tim auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI bertempat di ruang rapat Lantai 2 Gedung Prof. K.H. Saifuddin Zuhri, Senin siang (15/10). Tim BPK terdiri dari 5 orang dengan ketua tim Aan Husdianto, ketua sub tim Pramono Setyaji beserta anggota tim yakni Winda Fridati, Wentos Retri Novri, dan Muhammad Fajar Al Fath.

Acara dibuka dengan pembacaan basmalah dilanjutkan sambutan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Dr. Sutrisno, M.Ag. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan hingga saat ini capaian akreditasi program studi yang ada di lingkungan UIN Sunan Kalijaga sebanyak 65% sudah terakreditasi A dari BAN PT. Capaian yang lain yakni 2 program studi telah meraih akreditasi AUN QA yang merupakan akreditasi perguruan tinggi tingkat ASEAN. Bahkan, lanjut Sutrisno, UIN Sunan Kalijaga dipilih sebagai sekretariat AIUA yang diketuai oleh Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D..

Ketua LP2M, Prof. Dr. Phil. Al Makin, S.Ag., M.A., menambahkan anggaran BOPTN untuk penelitian dan pengabdian masyarakat masih sangat minim untuk menjadikan UIN Sunan Kalijaga dan bahkan Indonesia unggul dalam bidang riset. Bahkan menurutnya, aturan mengenai pencairan dana penelitian dan laporan pertanggungjawaban penelitian dalam hal administrasinya akan sangat menyulitkan peneliti dan menyita waktu yang tidak sedikit. Ia membandingkan dengan negara lain yang dalam hal penelitian tidak dipusingkan dengan laporan pertanggungjawabannya. Hal inilah yang menurutnya justru membuat posisi riset Indonesia berada di peringkat 52 dunia dari 229 negara versi scimagojr, yang justru tertinggal dari Malaysia di peringkat 34 dan Singapura di peringkat 32.

Sementara itu, Pramono Setyaji selaku ketua sub tim menyampaikan maksud kegiatan pengawasan ini dalam rangka pemeriksaan kinerja atas peningkatan kualitas tenaga pendidik dan penelitian tahun 2016 sampai dengan semester I 2018 di UIN Sunan Kalijaga. Pramono menambahkan alasan dipilihnya UIN Sunan Kalijaga karena salah satu PTKIN yang meraih terakreditasi A dari BAN PT selain UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.